Senin, 19 Oktober 2015

Kusentuh Dan Kuraba Paha Mulus Teman Kantorku Hingga ke Pangkal Paha

Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Cerita ini adalah cerita dewasa terbaru bergambar Ruang Kantor Menjadi Saksi Bisu Keindahan Permainan Seks Tika, kini ada cerita sex mesum Kusentuh Dan Kuraba Paha Mulus Teman Kantorku Hingga ke Pangkal Paha, selamat membaca.

Kejadian ini kira-kira pada bulan Juli 2014 tepatnya di ruang kantorku. Aku
mempunyai teman kantor, namanya Lisa sedikit gambaran tentang Lisa ini ,
keturunan chinese dengan tinggi 165 berat 55 kg , jadi sepintas kelihatan
agak semook tapi sexy banget , apalagi kalau lihat bokongnya wuiiih pasti
ke bayang-bayang dehh… .


Kusentuh Dan Kuraba Paha Mulus Teman Kantorku Hingga ke Pangkal Paha

Kebetulan Lisa ini orangnya baik banget sama aku, setiap dia pergi dari
luar kota maupun dari luar negeri pasti dia bawa oleh-oleh buatku.
Sebetulnya aku tidak punya perasaan macam-macam sama Lisa, tapi berhubung
keadaan , situasi mendukung maka terjadilah perselingkuhanku dengannya.

Lisa minta tolong sama aku untuk diajarkan mengirim e-mail untuk kekasihnya
yang ada di luar negeri,dan aku bilang ” ok nanti aku ajarin setelah jam
pulang kantor di ruanganku ” dan Lisa jawab ” ok nanti kalau sudah jam
pulang aku menuju ruanganmu ..”

Sekitar jam 17:15 Lisa sudah datang diruanganku , kebetulan (kebetulan
terus ) seisi ruanganku sudah pada pulang semua. Aku duduk di kursi sambil
mengahadap ke Computer , sedangkan Lisa ada disebelah kiriku dengan seksama
dia memperhatikan apa yang kuajarkan. 

Tangan kananku ada pada mouse
sedangkan tangan kiri kuletakkan di paha kiriku. Lisa memepetkan badannya
untuk melihat apa yang ada di layar monitor tanpa sengaja paha kanannya
tersentuh tangan kiriku. Sebetulnya waktu itu aku tidak punya perasaan
apa-apa , karena aku pikir kita teman baik dan Lisa orangnya juga baik
sekali.

Setelah bersentuhan kulirik pahanya yang putih mulus dan terasa gentaloku
menyesakkan celana katunku. Lumayan juga aku mengajari Lisa untuk send &
receive e-mail jam telah menunjukkan pk 18:00 , seluruh karyawan kantor
sudah pada pulang semua tinggal aku berdua dengan si Lisa.

Maka kuberanikan untuk menyentuh paha putih yang muluuus itu
dengan sangat perlahaaan sekali, aku takut kalau Lisa nanti marah bisa
gawat soalnya namanya juga teman. eh eh ternyata si Lisa diam saja dan pura
- pura tanya bagaimana cara membuka home page yang di internet. Aku gembira
setengah mati karena kusangka dia pasti marah atau paling enggak negur aku
karena berani menyentuh pahanya yang putih. 

Sekitar 2 menit aku elus - elus
pahanya terus kunaikkan jari-jariku sedikit demi sedikit keatas menuju
pangkal pahanya and Lisa mulai merem sambil tanganya merangkul pundakku
sambil tetap berdiri disebelahku , akupun masih tetap duduk pura- pura
memandangi layar monitor , karena bagaimanapun baru kali aku melakukan
perselingkuhan. 

Ujung jari tengahku menyentuh pangkal paha dan merasakan
sekumpulan rambut hitam yang agak lembab dan masih di tutupi oleh celana
dalam, Lisa mendesah sambil mengucapkan ‘ mas Ton kok kamu lakukan padaku
?? …. 

” Apakah kamu belum pernah melakukan yang seperti ini ???, kalau
memang belum pernah aku akan stop dan tidak akan melakukan ini padamu ..”
dan aku juga minta maaf apa yang telah kuperbuat padamu ..”
Ternyata Lisa diam aja matanya merem lagi sambil mendesah , sementara aku
berkata tadi jari tengahku sudah melewati celah celana dalamnya sehingga
menyentuh bibir kemaluannya.

Kuteruskan tanganku bergeriya dan ku gesek-gesekkan di clitorisnya, kira -
kira 15 menit aku bermain lubang & bibir kemaluannya , sambil setengah
sadar diberkata”aduh…geliii.., geliii.. mas Tooon…” tanpa kusadari
tangan dan celana dalam Lisa sudah basah berlendir, tangannya rapat
memegang pundakku dan mulut kami telah beradu, sambil saling mengulum ,
Keadaan masih seperti semula aku duduk sedangkan Lisa setengah
membungkukkan badannya dengan lidah saling menari , mendesah tanpa rasa
canggung lagi sementara tanganku masih bergerilya di lubang kemaluannya.

Tangan kanannya kubimbing kearah celana katunku dan kubuka resleting celana
dan juga celana dalam sebatas paha , maka tersembulah burungku keluar
dengan berdiri tegak siap untuk diapain aja ( pokoknya jangan di potong ).
Kusuruh Lisa untuk memegang plus mengelus- elus burungku secara perlahan,
sementara aku sudah napsu buanget

kuraih celana dalamnya dan kutarik rok span kantornya keatas ( di perut )
kududukan di meja hadapanku kubuka kancing bajunya kuraih juga tali pengait
BH nya maka sudah lengkaplah yang ada di depan hidungku ini, sambil tetap
kukulum mulutnya hingga turun ke leher kujilati semuanya sampai pada
akhirnya ke puncak gunung kembarnya , Lisa mengerang keenakkan . 

Tangan Lisa tetap meremas dan mengelus burungku. setelah agak lama aku menyusu,
lalu kubisikan kepadanya ” Lisa bagaimana kalau burung ku masuk ke
sangkarnya ..? ” . ” Lisa belum pernah melakukannya mas Toonn., Lisa takut


Oh ternyata si Lisa ini masih virgin , belum pernah kemaluannya dimasukin
oleh benda tumpul. Memang aku punya prinsip melakukan asal suka sama suka
dan tidak merusak masa depan seseorang dan lagi aku masih takut untuk
melangkah lebih jauh . 

Tapi berhubung aku sudah nggak ku-ku ( kuat ) maka
kusuruh Lisa untuk mengulum burungku, kuturunkan Lisa dari atas meja dan
jongkok di bawah meja sambil kubimbing mulutnya untuk mengulum burungku.
Pertama-tama dia agak ragu-ragu karena menurut pengakuannya belum pernah
Lisa melakukan ORAL. 

Kukatakan padanya bahwa nggak apa-apa asal air maninya
jangan di telan. Akhirnya dengan perlahan bibirnya mengecup ujung dari
burungku dan dengan sangat berhati - hati dimasukkannya burungku ke dalam
mulutnya. Kusuruh ia bervariasi untuk menjilati batang kemaluan dari ujung
lubang kemaluan sampai buah pelirku .

Kira - kira 15 menit Lisa mengulum burungku sambil kupegang kepalanya dan
kadang ku pelintir pentil susunya.
Setelah 15 menit aku merasa ada yang mau keluar dari mulut burungku. Aku
berkata ” Lis… aku sudah mau keluaaarrr… ”

Dia lepas mulutnya dari burungku dan aku suruh dia ngocok burungku, maka
muncratlah air maniku membasahi buah dada dan perutnya, aku mendesah
keenakan ” sshh……” , sambil bersandar di kursi saking enaknya. Setelah
itu Lisa berdiri dan membenahi BH dan CD nya dan baju serta rok spannya
walaupun sudah agak awut-awutan.

Pada waktu itu jam telah menunjukkan pk 20:10, aku menawarkan jasa untuk
mengantarnya sambil mengucapkan terima kasih dan tak lupa ku remas
bongkahan pantatnya yang sexy.

Kuantar Lisa pulang dengan mobilku dengan hati dan rasa yang puas sekali,
yang kebetulan rumah nya tidak begitu jauh dari kantor dan satu arah dengan
aku menuju pulang.

Demikianlah kisahku dengan Lisa , hubunganku terus berlanjut tapi hanya
sebatas oral and oral aja kami lakukan di kantor juga dimobil terkadang
juga chek in di hotel ,tapi tidak sampai lebih dari itu karena aku tidak
mau merusak masa depannya dan juga aku belum pernah bersetubuh dengan
perempuan lain selain istriku. 

Lisa juga senang dengan apa yang kulakukan
padanya , walaupun sebenarnya kita tidak punya rasa saling cinta hanya saja
iseng belaka tapi mempunyai makna yang uuuueeeenaakk tenaaan….. and bebas
penyakit. END



Birahi Seksku Meningkat Ketika Dia Mencium Bibirku, Dengan Cewek Temanku


Cerita Seks Terbaru, Cerita Dewasa Hot, Cerita Mesum Seru - Cerita ini adalah cerita sex terbaru bergambar Selingkuh Hingga ML Dengan Ponakan Yang Baru Menikah, kini ada cerita seks dewasa Birahi Seksku Meningkat Ketika Dia Mencium Bibirku, Dengan Cewek Temanku, selamat membaca.


Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.
Birahi Seksku Meningkat Ketika Dia Mencium Bibirku, Dengan Cewek Temanku
Birahi Seksku Meningkat Ketika Dia Mencium Bibirku, Dengan Cewek Temanku 

Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temannya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwa hari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.

Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangat vital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.

Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes untuk membantah kata-katanya.

Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Ria yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat ini.

Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.

Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaan bugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.

Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Ria mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.

Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria. Tahu-tahu Ria endorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.

Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan munculah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 17 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Ria dengan nada tinggi.

Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini aja ya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria, lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun. Aku kaget dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang.

Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok.. cplok… cplok…” Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.

Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat “45” tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. 

Dengan ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria berkata, “Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya. “Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan nada ketus. Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya.

Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam vaginanya aku pikir dia akan hamil, kan berabe. Aku baru sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak senonoh terhadapnya. 

Huu, dasar nasib, dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21 tahun saat ini. END